Progres Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Seririt Capai 19,5 Persen

News, Peristiwa, POLRI, TNI19 Dilihat

SERIRIT, (28/04/2026) — Pelaksanaan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 1609/Buleleng terus menunjukkan progres yang terukur dan berjalan sesuai rencana. Jembatan gantung ini menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Pada tahap pekerjaan fisik, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan dengan capaian yang bervariasi. Pemasangan bowplank penggalian pondasi tapak pada kedua sisi jembatan telah rampung 100 persen. Sementara itu, pemasangan batu gunung lantai dasar pilon dan pengecoran telah mencapai 40 persen. Pekerjaan lainnya seperti pemasangan besi cerucuk untuk pondasi tiang pylon dan besi angkur bandul mencapai 17 persen, diikuti pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi dekat sebesar 16,5 persen serta pengecorannya 16 persen. Adapun pembesian dan pengecoran pondasi pada tepi jauh masing-masing telah mencapai 13 persen.

Kegiatan penggalian lubang anchor bentangan bawah saat ini telah berjalan dengan progres 10 persen, sementara proses mapping lokasi anchor, pembuatan garpu dan anchor, serta pemasangan plang anjuran dan identitas jembatan masih dalam tahap persiapan awal. Di sisi lain, kegiatan dropping dan langsir material juga terus dilakukan guna menunjang kelancaran pekerjaan. Untuk tepi dekat, progres distribusi material mencapai 15 persen, meliputi pasir, batu gunung, batu split, sirtu, papan cor, semen, dan besi. Sedangkan di tepi jauh, progres dropping material baru mencapai 10 persen.

Secara keseluruhan, progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda hingga saat ini mencapai 19,5 persen. Proyek dengan panjang bentangan jembatan 60 meter dan bentangan sungai 50 meter ini dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan personel TNI AD dari Koramil sebanyak 5 orang dan Zibang 2 orang, serta dukungan masyarakat setempat sebanyak 8 orang. Keterlibatan unsur masyarakat menjadi bukti sinergi yang kuat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di lapangan terpantau aman dan terkendali. Kondisi cuaca pada hari itu diawali dengan pagi yang cerah, dilanjutkan siang hari yang mendung, dan hujan pada sore hari, namun tidak menghambat jalannya pekerjaan secara signifikan. Ke depan, rencana pekerjaan akan difokuskan pada pembesian pondasi tiang pylon dan bandul di tepi jauh, penggalian lubang anchor, serta percepatan distribusi material untuk mendukung kelanjutan pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan.

Komentar