Putri Remaja Juara Bertahan, Banggakan Sekolah dan Keluarga

News, POLDA, Polres43 Dilihat

Denpasar, 7 Januari 2026– Di usia remaja, Princess Nazarene Rambu Padu Djabu kembali menegaskan diri sebagai nama yang sulit dibendung di kompetisi akademik. Peserta nomor urut 07 ini, yang berasal dari **SMP Bintang Persada Denpasar**, lagi‑lagi keluar sebagai juara bertahan dalam **Olimpiade Bahasa Inggris Denpasar Mengajar**.

Kompetisi itu berlangsung pada **21 Desember 2025**. Meski menghadapi tekanan sebagai juara sebelumnya, Princess menunjukkan konsistensi luar biasa: tetap fokus, tak terbawa gemuruh panggung, dan berhasil membawa pulang medali emas. Kemenangan itu bukan sekadar mempertahankan gelar, melainkan simbol bahwa seorang pelajar SMP di usia remaja mampu menunjukkan kualitas yang matang dalam bahasa Inggris—bahkan di level lomba terbuka.

Belum selesai di situ. Sebagai kejutan untuk keluarga, pada **29 Desember 2025** Princess menyerahkan **medali emas** sebagai hadiah akhir tahun bagi orang tuanya. Momen ini menegaskan bahwa prestasi akademik bisa menjadi bentuk kasih dan pengakuan pada dukungan keluarga selama ini.

Lalu pada **7 Januari 2026**, orang tua Princess diundang panitia penyelenggara untuk **mengambil piala dan medali emas** resmi sebagai penghargaan atas keberhasilan anaknya. Penyerahan ini menutup rangkaian prestasi musim kompetisi 2025 dengan catatan resmi, sekaligus jadi titik awal semangat baru di tahun ajaran berikutnya.

Di tempat terpisah, **Marthen Rowa Kasedu**—yang dikenal sebagai Ketua III Flobamora Bali sekaligus Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Sumba Tengah Bali—berkata singkat namun penuh haru saat ditemui wartawan Mata Gogali. Sebagai ayah, ia menyebut tahun 2025 sebagai tahun penuh kejutan dari Princess.

Menurutnya, putri semata‑wayangnya tidak hanya meraih **lima medali emas di bidang Bahasa Inggris**, tetapi juga **satu medali perak di bidang Biologi**. Koleksi medali ini memberi gambaran bahwa bakat dan kerja keras Princess tidak terfokus hanya pada satu bidang, melainkan menyebar ke ilmu lain—suatu pencapaian yang jarang untuk usia SMP.

Marthen menegaskan betapa besar rasa syukur keluarga: kepada Tuhan Yesus yang dianggapnya menuntun dan memberkati perjalanan putrinya. Ungkapan syukur ini tampak sebagai inti dari seluruh kisah—bukan sekadar kemenangan di atas panggung, melainkan bukti bahwa dukungan spiritual, keluarga, dan semangat belajar bisa menghasilkan prestasi gemilang di usia remaja.

SMP Bintang Persada Denpasar sendiri dikenal sebagai sekolah yang terpilih menjadi **sekolah penggerak angkatan I** di Denpasar dan telah meraih **akreditasi A**, menandakan kualitas pengelolaan dan pembelajaran yang baik. ([smpbintangpersada.sch.id][1]) ([smpbintangpersada.sch.id][2]) Sekolah ini menekankan pengalaman belajar unik, pendekatan kurikulum merdeka, dan ruang bagi guru untuk menyesuaikan metode pengajaran sesuai kebutuhan siswa—lingkungan yang cocok bagi pelajar berbakat seperti Princess.

Kisah Princess menjadi inspirasi nyata: seorang remaja SMA yang masih di jenjang SMP mampu membuktikan bahwa usia bukanlah batas saat tekad dan dukungan lingkungan pendidikan serta keluarga kuat. Semoga cerita ini memicu semangat siswa lainnya untuk terus belajar, berprestasi, dan memberi kebanggaan pada sekolah serta keluarga di masa depan.