Tabanan,balisticnews.com – Suasana bulan suci Ramadhan menghadirkan kehangatan yang berbeda di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan, Senin (02/03). Melalui kegiatan buka puasa bersama, petugas dan Warga Binaan yang beragama Islam merajut kembali rasa kebersamaan, menghadirkan nuansa kekeluargaan di tengah keterbatasan.
Kegiatan tersebut turut melibatkan Pemuda Al Fath Tabanan serta Garda Muslim Peduli (GMP) Bali yang secara konsisten mendukung pembinaan keagamaan di Lapas Tabanan setiap tahunnya. Kehadiran mereka bukan sekadar membawa hidangan berbuka, tetapi juga membawa perhatian, empati, dan kepedulian yang begitu berarti bagi para Warga Binaan.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak dalam menghidupkan suasana Ramadhan di dalam Lapas.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kebersamaan yang telah diberikan. Kehadiran saudara-saudara semua menjadi bukti bahwa Warga Binaan tidak sendiri. Dukungan dan empati seperti inilah yang memberi mereka semangat untuk terus memperbaiki diri,” ungkap Prawira.
Prawira menambahkan bahwa buka puasa bersama ini menjadi penawar rindu bagi Warga Binaan yang biasanya menjalani Ramadhan bersama keluarga di rumah. “Kami berupaya menghadirkan suasana kekeluargaan agar mereka tetap dapat merasakan hangatnya Ramadhan, meskipun dalam kondisi yang sederhana. Semoga kebersamaan ini menjadi penguat hati dan penumbuh harapan,” tambahnya.
Perwakilan GMP Bali, Edo, mengaku bersyukur dapat berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah tersebut. “Kami berharap kebersamaan ini dapat menghadirkan sedikit kebahagiaan dan menguatkan mereka. Ramadhan adalah tentang berbagi dan saling menguatkan, termasuk kepada saudara-saudara kita yang sedang menjalani proses pembinaan,” ujarnya.
Salah seorang Warga Binaan, Fadil, mengungkapkan rasa harunya dapat merasakan suasana buka bersama yang hangat. “Suasana ini mengingatkan kami pada keluarga di rumah. Kami merasa diperhatikan dan tidak dilupakan. Terima kasih atas kebersamaan yang sangat berarti ini,” tuturnya.
Melalui momen sederhana namun penuh makna ini, Lapas Tabanan menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya menyentuh aspek hukum, tetapi juga sisi kemanusiaan yang menghadirkan harapan, memupuk empati, dan menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Kontributor: Humas Lapas Tabanan.



Komentar